Batik berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu Amba yang berarti menulis dan titik. Kain batik memiliki makna kain yang digambar atau dilukis. Terdapat beragam corak dan motif batik di Jawa Barat yang terkenal. Berikut beberapa di antaranya.

Batik merupakan warisan budaya bangsa yang sudah ada sejak dahulu. Batik Jawa memiliki motif dan corak yang berbeda, yang biasanya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan budayanya. Bagi penganut ajaran tertentu, batik bisa memiliki makna-makna yang lebih dalam khususnya kalangan animisme, dinamisme maupun agama.

Jenis batik umumnya dipisahkan sesuai teknik pembuatan. Ada dua teknik yang selama ini dikenal yaitu menggambar motif langsung pada kain menggunakan tangan dengan proses yang cukup lama, dan menggunakan cap tembaga untuk menggambar motifnya dengan proses yang cukup cepat.

Di Jawa Barat terdapat beragam motif dan corak batik sesuai daerahnya, yaitu:

1. Batik khas Cirebon

Motif batik Cirebon
Motif batik Cirebon

 

Batik khas Cirebon memiliki motif mega mendung atau awan pembawa hujan. Motif ini melambangkan kesuburan dan pemberi kehidupan. Batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik Pesisiran, tetapi sebagian di antaranya masuk dalam kelompok batik keraton.

Batik Cirebon dipengaruhi oleh dua keraton yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, sehingga lahirlah motif batik Cirebonan klasik yang di antaranya adalah: motif mega mendung, paksinaga liman, patran keris, patran kangkung, singa payung, singa barong, banjar balong, ayam alas, sawat panganten, katewono,gunung giwur, simbar menjangan, simbar kendo, dan lain sebagainya.

2. Batik Bogor

Motif batik Bogor
Motif batik Bogor

 

Motif batik dari Bogor umumnya terinspirasi dari peninggalan kerajaan Pakuan Pajajaran, benda sejarah, fenomena alam, dan budaya. Salah satu motif yang paling terkenal dalah kujang kijang yang mengandung ikon kota Bogor yaitu Kujang dan Kijang. Kujang adalah senjata tradisional khas daerah Sunda di Jawa Barat, sedangkan Kijang adalah hewan yang berada di halaman Istana Bogor.

Selain kujang dan kijang, batik Bogor biasanya bermotif bunga teratai yang melambangkan ikon Kebun Raya Bogor, dan Hujan yang melambangkan ciri khas kota Bogor sebagai kota hujan.

3. Batik Sumedang

motif batik sumedang
motif batik sumedang

 

Batik Sumedang memiliki ciri khas antara lain bergambarkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, budaya kuda renggong, motif kereta kencana naga paksi, motif monumen lingga, daun boled atau daun umbi, motif lingga, kembang boled, hanjuang, klowongan tahu, siger binokasih, dan pintu srimangganti.

4. Batik Indramayu

motif batik indramayu
motif batik indramayu

 

Batik indramayu tidak kalah terkenalnya dari batik lainya, batik indramayu mempunyai batik adalan dan indentik dengan daerahnya adalah batik tulis complongan. Batik Complongan berarti teknik melubangi kain batik dengan deretan jarum, ciri yang menonjol pada batik Indramayu adalah langgam flora dan fauna yang diungkap secara datar, banyak bentuk lengkung, dan garis yang meruncing (ririan), berlatar putih, warna gelap, dan banyak titik yang dibuat dengan teknik complongan jarum, serta bentuk isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku.

5. Batik Tasikmalaya

Motif batik Tasikmalaya
Motif batik Tasikmalaya

 

Tiga motif Batik Tasikmalaya, yaitu: Batik Sukapura secara sepintas menyerupai batik Madura, Batik Sawoan mirip Batik Solo. Batik Tasik dengan warna-warna cerah karena pengaruh dari batik pesisiran. Motif batik Tasikmalaya bermotif alam, flora, fauna, dan sangat kental dengan nuansa Parahyangan. Motifnya antara lain: merak ngibing, awi ngarambat, calaculu, lancah tasik, sidomukti payung, rereng orlet, akar, dan lainnnya.

6. Batik Cianjur

motif batik cianjur
motif batik cianjur

 

Motif dan warna-warna kainnya tidak jauh dari tumbuhan yang hidup di sekitar Cianjur. Umumnya mendekati warna tanah, daun atau bulir padi. Ada juga motif batik yang terinspirasi dari budaya dan keseharian masyarakat Cianjur. Hal ini tampak dengan adanya motif Kecapi, Maenpo, dan Hayam Pelung.

7. Batik Garut

motif batik garut
motif batik garut

 

Batik garut mempunyai khas ragam hias datar dan bentuk geometris yang mengarah secara diagonal, bentuk kawung, atau belah ketupat. Batik garutan mempunyai nama khas seperti Rereng peteuy, Rereng kembang Corong, Rereng kembang Merak ngibing, Rereng pancul, limar, lereng adumanis,lereng suuk, sapu jagar, dll. Warna cerah dan penuh pada sisi lainnya, menjadi ciri khas batik Garutan. Didominasi warna dasar krem atau gading

 

SebelumnyaSejarah di Kampung Budaya Sindang Barang
BerikutnyaTerlindungi: Sejarah alun alun kota Bogor

Tinggalkan Balasan